Defective” Artinya

Kata “defective” berasal dari bahasa Inggris yang secara umum berarti cacat, rusak, tidak sempurna, atau memiliki kekurangan. Dalam konteks yang lebih luas, “defective” merujuk pada sesuatu yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak memenuhi standar yang diharapkan karena adanya kerusakan atau kelemahan.

Dalam percakapan sehari-hari, orang sering menggunakan kata “defective” untuk menggambarkan barang yang baru dibeli tapi sudah rusak, atau produk yang memiliki masalah produksi. Misalnya, seseorang mungkin berkata, “Saya baru saja membeli ponsel baru tapi ternyata *defective*, layarnya ada bintik hitam.” Atau ketika ada peralatan rumah tangga yang tiba-tiba tidak berfungsi, bisa dikatakan, “Mesin cuci ini sepertinya *defective* karena tidak bisa berputar.” Penggunaan ini menekankan adanya masalah yang membuat benda tersebut tidak bisa digunakan atau berfungsi optimal.

Makna dan Penggunaan

“Defective” secara harfiah berarti memiliki cacat atau kekurangan. Kata ini bisa diterapkan pada benda mati maupun makhluk hidup. Pada benda, “defective” menunjukkan bahwa ada bagian yang rusak, tidak lengkap, atau tidak berfungsi dengan baik. Misalnya, sebuah mobil bisa disebut *defective* jika ada komponen penting yang tidak bekerja. Pada manusia atau hewan, “defective” bisa merujuk pada cacat fisik atau kelainan tertentu, meskipun dalam penggunaan umum lebih sering dihindari karena bisa dianggap kasar dan lebih memilih istilah medis atau deskriptif yang lebih halus.

Contoh

Berikut beberapa contoh penggunaan kata “defective”:

  • “Barang elektronik yang saya terima ternyata *defective*, tidak mau menyala sama sekali.”
  • “Pabrik menarik kembali produk mainan anak-anak yang dianggap *defective* karena berpotensi membahayakan.”
  • “Dia mengeluh tentang layanan pelanggan yang buruk karena produk yang dia beli ternyata *defective*.”

Konteks Umum Penggunaan

Kata “defective” paling sering ditemui dalam konteks jual beli barang, garansi produk, atau laporan kerusakan. Ketika sebuah produk dinyatakan *defective*, biasanya ada hak untuk pengembalian barang, perbaikan, atau penggantian. Dalam industri, pengecekan kualitas (quality control) bertujuan untuk mendeteksi produk yang *defective* sebelum sampai ke tangan konsumen. Istilah ini juga bisa muncul dalam konteks hukum, misalnya dalam kasus gugatan terhadap produsen atas produk yang cacat dan menyebabkan kerugian.

FAQ

Apa bedanya “defective” dengan “broken”?

“Broken” biasanya berarti sesuatu yang sudah tidak berfungsi karena patah atau rusak secara fisik, sedangkan “defective” lebih luas mencakup segala jenis cacat atau kekurangan yang membuatnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan jika tidak terlihat patah atau rusak secara fisik.

Apakah “defective” selalu merujuk pada kerusakan fisik?

Tidak selalu. “Defective” bisa merujuk pada cacat desain, cacat produksi, atau kekurangan fungsi yang membuat suatu produk tidak memenuhi standar atau harapan, meskipun penampakan fisiknya mungkin masih utuh.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *