Gaslighting adalah sebuah bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang secara sengaja membuat korban meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasannya sendiri. Pelaku gaslighting akan menyangkal kenyataan, memutarbalikkan fakta, atau bahkan menciptakan kebohongan untuk membuat korban merasa bingung, tidak aman, dan bergantung pada pelaku.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah “gaslighting” sering digunakan ketika seseorang merasa dibohongi atau dibuat merasa aneh oleh perkataan atau tindakan orang lain. Misalnya, ketika teman Anda bersikeras bahwa Anda mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah Anda katakan, atau ketika pasangan Anda menyangkal janji yang sudah dibuat, Anda mungkin merasa sedang mengalami gaslighting. Ini adalah cara untuk menjelaskan situasi di mana Anda merasa keyakinan Anda terhadap realitas dipertanyakan oleh orang lain.
Makna dan Penggunaan
Secara harfiah, “gaslighting” berasal dari judul drama dan film tahun 1938 dan 1944 yang menceritakan seorang suami yang memanipulasi istrinya untuk membuatnya percaya bahwa dia mulai gila. Suami tersebut secara halus mengubah lingkungan fisik mereka, seperti meredupkan lampu gas di rumah, lalu menyangkal bahwa perubahan itu terjadi ketika istrinya mengatakannya. Dari sinilah istilah ini berkembang untuk menggambarkan taktik manipulasi psikologis di mana pelaku secara sistematis menanamkan keraguan pada korban.
Dalam konteks modern, gaslighting digunakan untuk menggambarkan berbagai tindakan manipulatif. Ini bisa terjadi dalam hubungan romantis, keluarga, pertemanan, atau bahkan di tempat kerja. Pelaku gaslighting mungkin akan mengatakan hal-hal seperti “Kamu terlalu sensitif,” “Itu tidak pernah terjadi,” “Kamu salah ingat,” atau “Kamu berhalusinasi.” Tujuannya adalah untuk mengikis kepercayaan diri korban dan membuat mereka merasa tidak mampu mempercayai diri sendiri.
Contoh Kontekstual
Bayangkan Anda berjanji dengan teman untuk pergi menonton film pada hari Sabtu. Ketika hari Sabtu tiba, teman Anda tidak muncul dan tidak menghubungi. Ketika Anda bertanya mengapa, dia berkata, “Kita tidak pernah membuat janji itu. Kamu pasti salah dengar atau salah ingat.” Jika ini terjadi berulang kali, Anda mungkin mulai meragukan ingatan Anda sendiri, padahal sebenarnya teman Anda sedang melakukan gaslighting.
Contoh lain adalah di tempat kerja. Seorang atasan yang tidak puas dengan kinerja karyawan mungkin secara halus mengkritik pekerjaan mereka, lalu ketika karyawan tersebut meminta klarifikasi, atasan tersebut menyangkal pernah mengatakannya atau mengatakan bahwa karyawan tersebut salah menafsirkan. Ini membuat karyawan merasa tidak kompeten dan terus-menerus berusaha untuk memenuhi harapan yang tidak jelas.
FAQ SECTION
Apa bedanya gaslighting dengan kebohongan biasa?
Gaslighting lebih dari sekadar kebohongan biasa. Kebohongan biasanya bertujuan untuk menutupi kesalahan atau mendapatkan keuntungan sesaat. Sementara itu, gaslighting adalah pola manipulasi yang disengaja dan berulang dengan tujuan merusak persepsi realitas korban, membuat mereka kehilangan kepercayaan diri, dan menjadi lebih mudah dikendalikan.
Bagaimana cara mengenali jika seseorang melakukan gaslighting terhadap saya?
Anda mungkin merasa terus-menerus bingung, meragukan ingatan Anda sendiri, merasa seperti “gila”, atau terus-menerus meminta maaf meskipun tidak yakin apa salah Anda. Anda mungkin juga merasa terisolasi dan tidak yakin siapa yang harus dipercaya. Jika Anda sering mengalami perasaan-perasaan ini ketika berinteraksi dengan seseorang, ada kemungkinan Anda sedang menjadi korban gaslighting.
Leave a Reply