Guilty” Artinya

“Guilty” artinya bersalah. Dalam bahasa Indonesia, kata ini merujuk pada keadaan seseorang yang terbukti melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kejahatan. Ketika seseorang dinyatakan “guilty”, itu berarti ada cukup bukti untuk meyakinkan pihak berwenang atau pengadilan bahwa orang tersebut bertanggung jawab atas tindakan yang melanggar hukum atau norma.

Dalam percakapan sehari-hari, “guilty” sering digunakan dalam konteks yang lebih ringan, tidak selalu terkait dengan hukum. Misalnya, seseorang bisa merasa “guilty” karena memakan kue terakhir tanpa menawarkannya kepada orang lain, atau merasa “guilty” karena menunda-nunda pekerjaan. Di media sosial, ungkapan seperti “feeling guilty” sering muncul untuk menggambarkan perasaan bersalah atau sedikit menyesal atas suatu tindakan.

Makna dan Penggunaan

“Guilty” secara harfiah berarti merasa atau terbukti bersalah. Dalam sistem hukum, ini adalah vonis yang menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana yang didakwakan. Di luar konteks hukum, kata ini bisa merujuk pada perasaan bersalah secara moral atau emosional atas sesuatu yang dilakukan, atau bahkan sesuatu yang tidak dilakukan.

Contoh

Dalam persidangan, hakim menyatakan terdakwa “guilty” atas tuduhan pencurian. Di rumah, seorang anak merasa “guilty” karena memecahkan vas bunga kesayangan ibunya. Teman Anda mungkin berkata, “I feel so guilty, I ate the last piece of pizza!” yang artinya “Aku merasa sangat bersalah, aku makan potongan pizza terakhir!”

Konteks Umum

Kata “guilty” paling sering muncul dalam konteks hukum, seperti dalam pemberitaan kasus kriminal atau drama pengadilan. Namun, penggunaannya meluas ke percakapan sehari-hari untuk mengekspresikan rasa menyesal, malu, atau tanggung jawab atas tindakan yang dianggap salah, baik secara serius maupun ringan.

Apa bedanya “guilty” dengan “innocent”?

“Guilty” berarti bersalah, sedangkan “innocent” berarti tidak bersalah atau suci. Dalam konteks hukum, “innocent” adalah praduga yang berlaku sampai terbukti sebaliknya.

Apakah “guilty” selalu berarti kejahatan besar?

Tidak selalu. Meskipun “guilty” sering dikaitkan dengan kejahatan hukum, kata ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan perasaan bersalah atas tindakan kecil atau pelanggaran norma sosial yang tidak serius.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *