“Picky” adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti pemilih, rewel, atau sulit untuk dipuaskan. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat selektif, terutama dalam hal makanan, tetapi bisa juga merujuk pada preferensi lain seperti pakaian, hiburan, atau bahkan pasangan.
Dalam percakapan sehari-hari, orang menggunakan kata “picky” untuk mendeskripsikan anak-anak yang tidak mau makan sembarang makanan, atau orang dewasa yang punya selera sangat spesifik dan tidak mudah menerima sesuatu yang baru atau berbeda dari yang biasa mereka sukai. Misalnya, seorang ibu mungkin berkata, “Anakku *picky* sekali soal sayuran, cuma mau makan wortel saja.” Atau seseorang bisa bilang, “Dia *picky* banget soal film, harus genre tertentu baru mau nonton.” Intinya, kata ini menunjukkan adanya standar yang cukup tinggi dan ketidakmudahan dalam memenuhi standar tersebut.
Makna dan Penggunaan
Secara harfiah, “picky” berasal dari kata kerja “pick” yang berarti memilih. Ketika seseorang bersifat “picky”, berarti mereka sangat hati-hati dan selektif dalam memilih. Ini sering kali berkonotasi sedikit negatif, menggambarkan sifat yang agak sulit atau cerewet. Namun, kadang-kadang bisa juga dilihat sebagai tanda memiliki standar yang baik atau selera yang jelas.
Contoh
- Seorang anak yang hanya mau makan nasi putih tanpa lauk bisa disebut *picky eater*.
- Orang yang sangat teliti dalam memilih teman kencan karena punya kriteria tertentu bisa dibilang *picky* dalam urusan pasangan.
- “Saya *picky* banget kalau soal kopi, harus dari biji pilihan dan cara seduh yang benar.”
Konteks Umum
Istilah “picky” paling sering terdengar dalam konteks makanan, terutama ketika berbicara tentang anak-anak. Namun, penggunaannya meluas ke berbagai aspek kehidupan di mana seseorang menunjukkan selektivitas yang tinggi. Dalam konteks sosial, seseorang yang “picky” mungkin dianggap punya kepribadian yang kuat atau justru menyebalkan, tergantung pada sudut pandang orang lain.
FAQ
Apa bedanya “picky” dengan “cerewet”?
“Picky” lebih fokus pada selektivitas atau keribetan dalam memilih sesuatu, terutama makanan. Sementara “cerewet” bisa lebih luas mencakup banyak bicara, mengomel, atau mengkritik hal-hal lain di luar pilihan.
Apakah menjadi “picky” itu buruk?
Tidak selalu buruk. Terkadang memiliki standar atau selera yang jelas itu baik. Namun, jika sifat “picky” membuat seseorang sulit beradaptasi, menolak hal-hal baru tanpa alasan, atau menyulitkan orang lain, maka bisa dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik.
Leave a Reply